Fakta Unik Dunia

Menyajikan Informasi Fakta Unik Dunia

Pendidikan

Mendikbud Tinjau Revitalisasi SMKN 9 Bandung

Mendikbud Tinjau Revitalisasi SMKN 9 Bandun

Mendikbud Tinjau Revitalisasi SMKN 9 Bandun

Mendikbud Tinjau Revitalisasi SMKN 9 Bandun

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy meninjau pembangunan revitalisasi SMK Negeri 9 Bandung, di Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (21/2/2019). Program revitalisasi SMK sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Dalam kunjungannya, Mendikbud memastikan bahwa program revitalisasi SMK berjalan dengan baik di lapangan. Salah satu sekolah revitalisasi, SMKN 9 Bandung dinilai sudah termasuk sekolah yang sangat bagus, terutama berkaitan dengan kurikulum. Mereka telah melibatkan dunia industri dan dunia usaha sebagai partner.

“Saya menyaksikan sendiri SMK Negeri 9 Bandung ini hasil program revitalisasinya

sangat bagus. Bahkan dari pihak pengusaha dan industri, mengirim tenaga ahlinya untuk membantu langsung kepada siswa-siswa yang sedang praktik di sini,” ujar Mendikbud didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika .

Mendikbud mengatakan, kedatangannya untuk melihat langsung apakah revitalisasi di SMKN 9 sudah berjalan. Ia mengapresiasi perkembangan yang dicapai sekolah kejuruan bidang pariwisata, industri kreatif, dan seni. “Terutama berkaitan dengan kurikulum karena sudah melibatkan dunia usaha dan dunia industri sebagai mitra. Bahkan dari pihak dunia usaha dan dunia industri mengirim tenaga-tenaga ahlinya untuk membantu langsung praktik siswa,” ujarnya.

Mendikbud berharap, semua SMK memiliki teaching factory yang dikembangkan

bersama mitra dari dunia usaha dan industri. “Intinya praktiknya anak-anak itu tidak boleh praktik mainan. Tetapi praktik yang hasilnya sesuai dengan standar industri dan usaha, dan produknya harus bisa dijamin bahwa itu bisa dipasarkan paling tidak oleh mitra industri,” tuturnya.

Selain itu, Mendikbud juga menambahkan, produk-produk yang dihasilkan siswa sudah terstandarisasi, sesuai dengan standar yang diberlakukan oleh perusahan yang menjadi mitra. Sehingga produk yang dihasilkan sudah bisa dipasarkan, melalui jaringan yang dimiliki oleh partner usaha.

Pada program keahlian yang lain, Mendikbud menyarankan seluruhnya dapat

segera memiliki standar sesuai dengan dunia industri dan dunia usaha. Hal tersebut diyakini akan menghasilkan produk yang terjamin dan betul-betul sesuai dengan permintaan masyarakat.

“Dengan standarisasi ketepatannya akan lebih terjamin, produknya harus dijamin bisa dipasarkan. Paling tidak melalui dunia usaha dan dunia industri partner,” ujar Mendikbud. ***

 

Baca Juga :

Comments are Closed

Theme by Anders Norén