Fakta Unik Dunia

Menyajikan Informasi Fakta Unik Dunia

Pendidikan

Mengenali Mesin ‘Overheat’ dan Cara Mengatasinya

Mengenali Mesin 'Overheat' dan Cara Mengatasinya

Mengenali Mesin ‘Overheat’ dan Cara Mengatasinya

Mengenali Mesin ‘Overheat’ dan Cara Mengatasinya

Mengemudikan mobil dengan mesin overheat alias kepanasan sangat berbahaya

sebab dalam kondisi ekstrem bisa memicu kebakaran. Ada beragam alasan mesin bisa mengalami panas berlebihan, berikut indikasi dan tips untuk mengatasinya.

Bocor atau Tersumbat

Mesin terdiri dari komponen-komponen kecil yang bergerak sangat cepat. Seperti diketahui gerakan cepat menimbulkan panas sebab itu mesin punya sistem pendinginan yang mengandalkan cairan pendingin (coolant).

Coolant merupakan cairan yang bersirkulasi ke mesin sambil membawa suhu panas untuk didinginkan radiator.

Masalah umum overheat yakni kebocoran pada sirkulasi coolant. Bila terjadi

kebocoran, cepat atau lambat coolant akan habis yang kemudian membuat mesin hanya didinginkan aliran udara.

Lihat juga:Penyebab Mobil ‘Turun Mesin’
Saat hal itu terjadi, overheat bakal semakin cepat bila mobil dalam kondisi tak mendapatkan aliran udara misalnya saat diam atau terjebak macet. Seberapa cepat overheat terjadi tergantung suhu di sekitar mobil.

Selain kebocoran, overheat juga bisa timbul bila sirkulasi coolant mampet. Skenario ini mungkin terjadi bila kotoran atau partikel lainnya masuk ke selang kemudian mengendap dan menyumbat aliran coolant.

Kerusakan Komponen Pendinginan

Indikasi penyebab overheat lainnya yaitu kerusakan salah satu komponen sistem

pendinginan, misalnya pompa. Bila pompa rusak tentu saja sirkulasi coolant berhenti dan mesin tidak mendapatkan pendinginan semestinya.

Contoh lainnya saat radiator mengalami masalah seperti kisi-kisi tersumbat kotoran atau kipas rusak. Saat terjebak macet biasanya kipas akan menyala untuk menyediakan aliran udara buat mesin, jika kipas rusak mesin bisa cepat panas.

 

Sumber :

https://obatwasirambeien.id/boxing-star-apk/

Comments are Closed

Theme by Anders Norén