Fakta Unik Dunia

Menyajikan Informasi Fakta Unik Dunia

Pendidikan

Pengertian Bahasa Baku Menurut Para Ahli

Pengertian Sejarah Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian Bahasa Baku Menurut Para Ahli

Bahasa baku adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Pedomanyang digunakan adalah kamus bahasa Indonesia, Ejaan yang Disemurnakan  (EYD),  pedoman pembentukan istilah dan tata bahasa baku bahsa Indonesia.  Bahasa yang tidak mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia disebut bahasa tidak baku.

Pengertian Bahasa Baku Menurut Para Ahli

Menurut Plato, Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang melalui onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (kata) yang merupakan refleksi dari ide seseorang dalam arus udara melalui mulut.

Menurut W.F. Syarif Hidayatullah Mackey pada tahun 2009, Bahasa adalah bentuk dan bukan negara (bahasa dapat membentuk dan tidak peduli) atau sesuatu yang terdengar sistem simbol yang sewenang-wenang, atau terlalu banyak dari sistem, perintah sistem atau perintah dalam sistem.

Menurut Sudaryono, Bahasa adalah alat komunikasi yang efektif, meskipun ketidaksempurnaan tidak sempurna bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber kesalahpahaman.

Menurut Ferdinand de Saussure, Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai entitas yang berbeda dari kelompok lain.

Menurut Mc. Carthy, Bahasa adalah praktek yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir.

Fungsi Bahasa Baku

Fungsi bahasa baku adalah sebagai pemersatu, pemberi kekhasanpembawa kewibawaan, dan kerangka acuan. Ciri-ciri ragam bahasa baku.

Digunakan dalam situasa normal, wacana teknis, dan forum-forum resmi seperti seminar atau rapat.

Memiliki kemantapan dinamis artinya kaidah dan aturannya tetap dan tidak dapat berubah.

Bersifat bercendekiaan, artinya wujud dalam kalimat, paragraf, dan suatu bahasa yang lain mengungkapkan penerapan yang teratur.

Memiliki keseragaman kaidah artinya kebakuan bahasa bukan penyamaan ragam bahasa, melainkan kesamaan kaidah.

Dari segi pelafalan, tidak memperlihatkan unsur kedaerahan atau asing.

Tujuan Menyimak

Menyimak ialah kererampilan mendengarkan sesuatu dengan sengaja untuk tujuan tertentu.

Pemahaman terhadap Lafal, Tekanan, Intonasi dan Jeda

Bahasa Indonesia Baku

Lafal  ialah cara seseorang atau kelompok penutur bahasa mengucapkan bunyi-bunyi bahasa, secara umum fonem fokal dalam bahasa Indonesia dilafalkan menjadi delapan bunyi ujaran, walaupun penulisannya hannya  lima. Delapan bunyi ujaran itu adalah        ( a,I,u,e,o)

Tekanan adalah panjang-pendek, tinggi-rendah, atau keras lembutnya pengucapan.

Intonasi  adalah tinggi rendahnya nada dalam pelafalan kalimat.

Jeda adalah penghentian atau kesenyapan yang secara tertulis di tanda leh spasi, garis miring (/), tanda koma (,), tanda titik kkoma (;), tanda titik dua (:), tanda hubung (-), tanda pisah.

Ciri Bahasa Indonesia Baku

Ciri bahasa Indonesia Baku adalah Formal, dimamis, cendikia, memiliki kesamaan kaidah, dan pelafalan yang tidak mencerminkan kedaerahan atau asing.

Comments are Closed

Theme by Anders Norén