Fakta Unik Dunia

Menyajikan Informasi Fakta Unik Dunia

Pendidikan

Rudiantara Klaim Indonesia Sebagai Surga Bagi Startup

Rudiantara Klaim Indonesia Sebagai Surga Bagi Startup

Rudiantara Klaim Indonesia Sebagai Surga Bagi Startup

Rudiantara Klaim Indonesia Sebagai Surga Bagi Startup

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan

Indonesia dan Asia Tenggara merupakan bagian penting dari tumbuh pesatnya startup digital. Bahkan, Menteri Rudiantara tak ragu menyebut Indonesia sebagai “surga” para pelaku usaha rintisan.

“Startup digital di Indonesia dan Asia Tenggara tingkat pertumbuhannya sangat pesat, bahkan lebih tinggi dari negara-negara maju di dunia,” katanya belum lama ini.

Dikatakannya, melihat pertumbuhan yang menggembirakan tersebut, pemerintah sebagai fasilitator dan akselerator digitalisasi akan senantiasa mengembangkan ekosistem untuk mendukung digitalisasi di Indonesia.

Diyakininya, jika seluruh ekosistem bersatu baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara, maka akan semakin memperkuat digitalisasi yang tengah berkembang. “Saya yakin, dengan bersama-sama, kita dapat membangun Asia Tenggara yang lebih kuat sebagai rumah dan ekosistem bagi banyak startup yang luar biasa,” imbuhnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pada 2016 memiliki program bertajuk Gerakan 1.000 Startup Digital untuk melahirkan perusahaan-perusahaan rintisan baru. Berdasarkan data Kemenkominfo pada Oktober 2018, program itu sudah melahirkan 525 startup.

Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) mencatat jumlah startup di Indonesia pada 2018 mencapai 992 perusahaan rintisan.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat hingga Februari 2019, jumlah startup di Indonesia mencapai 2.070 startup dengan pertumbuhan tertinggi di tiga sektor yaitu on-demand services, financial technology (fintech) dan eCommerce.

 

Sumber : https://thesrirachacookbook.com/

Comments are Closed

Theme by Anders Norén